Tuesday, 30 March 2010

Ternyata Manusia Bukan Dari Monyet!

Siapa tidak tahu teori evolusi yang dipopulerkan Darwin? Saya kira hampir semua orang. Apalagi hal ini sering dikaitkan dengan ajaran agama dan diulas dengan dalil-dalil dari kitab suci. Jadilah teori darwin sangat terkenal bahkan sampai ke kampung-kampung. Sayangnya yang dikenal itu hanya satu kalimat: “Menurut Darwin, manusia berasal dari Monyet!”

Ternyata perdebatan ini telah sampai di sebuah forum Internasional di Swiss. Ilmuan pro dan kontra atas teori ini dipertemukan dalam satu meja. Mereka diberikan kesempatan untuk memaparkan alasan-alasannya dengan bukti ilmiah yang mutakhir. Tujuannya hanya satu, untuk memastikan apakah nenek monyang manusia berasal dari monyet atau bukan!

Pada waktu yang telah ditentukan kedua kelompok mengutus perwakilannya untuk mempresentasi hasil temuan mereka. Kelompok lain membantah dan mengajukan keberatan, mengatakan berbagai kelemahan yang disampaikan oleh kelompok lawan. Ini menyebabkan terjadinya perdebatan panjang dan tidak selesai. Satu Dua, tiga hari sampai seminggu belum juga ada kesimpulan. Panitia sudah kehabisan modal. Mereka mulai berfikir jangan-jangan para ilmuan hanya memperpanjang perdebatan agar mereka bisa berlama-lama berlibur sembari menikmati fasilitas yang disediakan panitia.

Oleh sebab itu, karena perdebatan tidak kunjung selesai, maka MC dan Fasilitator menawarkan jalan damai elalui voting. Kan voting bisa menyelesaikan perdebatan panjang, terserah hasilnya bermanfaat atau tidak. Tapi cukup kuat sebagai jalan menghentikan debat kusir, yah… seperti yang ditunjukkan oleh politikus kita di senayan lah… Dan ternyata para ilmuan setuju.

Pada hari yang telah ditentukan, semua ilmuan hadir dan siap mengajukan voting. Sebelumnya mereka sudah saling melobi agar ada pihak lawan berkhianat dan setuju dengan tawarannya. Bahkan dengan tawaran kursi menteri, atau jabatan di tempat-tempat basah segala. Sementara pimpinan kelompok mengancam anak buahnya agar tidak tergiur dengan tawaran pihak lawan atau akan dikeluarkan dari barisan.

Oke… waktu voting tiba…

Fasilitator mengatakan, voting dilakukan dengan amat sederhana dan terbuka. Sebab ilmuan tidak usah tertutup kalau memang mereka punya bukti kuat. Oleh sebab itu, Fasilitator mengatakan.

“Saudara-saudara yang terhomat. Seperti telah kita ketahui bersama bla.. bla…bla…. Oleh sebab itu, kepada mereka yang yakin nenek monyangnya monyet dipersilahkan berdiri!”

Apa yang terjadi? ternyata tidak ada ilmuan yang berdiri! Mereka takut disebut sebagai keturunan monyet!

:-)

2 comments:

  1. ya..menarik..ini kan aliran materialistik...mereka membodohi kita.tapi kok masih di buku teks sekolah masih saja di ajarin tu,bukankah itu pembodohan..sudah saatnya enyah teori ureung pungo nyan...he he

    http://prangaceh.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. iya dong,
    masa dari mmonyet.
    lah tar buah yg lain pada gk laku

    ReplyDelete