Saturday, 16 July 2011

Mbah Mul: Dukun Spesialis Pijat Bayi yang Direkom Dokter Anak

Seorang bayi tanpa pakaian telungkup di pangkuannya. Bayi itu nampaknya masih berusia empat bulan. Dua tangannya memegang pundak si bayi sambil memijat-mijat pelan. Sedikit demi sedikit turun ke punggung dan ke pantat. Kemudian ia memegang kedua belah kaki bayi, kedua tangannya, dan kepala. Dalam waktu 10-15 menit ia mengatakan dengan senyuman: “Sudah”. Lalu sepasang suami istri mengambil bayi itu dan mengenakan pakaiannya kembali.

Dia seorang nenek tua. Perawakannya kecil, kurus, kulitnya kehitaman dan sudah berkerut. Matanya dalam dan jauh dari sinar yang berbinar. Memang, ia sudah layak dengan perawakan itu. Usianya kini sudah 95 tahun. Ia lahir awal abad yang lalu, bersamaan dengan puncak kekuasaan Belanda di Jawa. Masyarakat memanggilnya Mbah Mul. Di adalah dukun “spesialis” pijat bayi di Yogyakarta.

Saya tahu tentang Mbah Mul saat membawa anak saya berobat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Di sana saya jumpa dengan seorang polisi yang juga membawa anaknya berobat. Kami saling menceritakan anak masing-masing. Sampai ia mengatakan kalau dulu bayinya sering dibawa kepada seorang dukun “spesialis bayi” untuk dipijat. Menurut sang polisi, dengan dipijat bayi kita akan lebih sehat. Bukan hanya demam, batuk, pilek, penyakit yang lain juga akan sembuh. Saya tertarik dan menanyakan alamat Mbah Mul.

Quota pijat dengan Mbah Mul hanya 15 orang perhari. “Dulu sampai 100 orang. Sekarang karena usianya sudah sepuh, ia tidak sanggup lagi memijat banyak orang”, kata seorang orang tua pasien. Nomor antrian harus diambil jam tiga sore hari sebelumnya. Banyak yang datang sebelum jam tiga, bahkan ada yang mulai antri sejak jam satu siang. Kalau yang antri sudah ada 15 orang, maka yang datang belakangan otomatis tidak mendapatkan nomor, meskipun “loket” pengambilan nomor baru dibuka jam tiga sore.

Pada hari pertama membawa anak kepada Mbah Mul, saya berjumpa dengan beragam macam orang tua dengan keluhan yang bergam pula. Sebagian memang membawa anaknya untuk pijat biasa. Namun ternyata banyak yang membawa anak ke sana karena berbagai penyakit. Seorang bapak paruh baya mambawa putra bungsunya yang sudah berusia empat tahun namun belum bisa berjalan. “Saya sudah bawa sampai ke Singapura, tapi tidak bisa sembuh. Alhamdulillah sejat dipijat Mbah Mul, kaki anak saya sudah mulai bertenaga,” katanya. Seorang ibu muda mengaku anak perempuannya tidak bisa bicara padahal usianya sudah tiga tahun. Dan setelah dipijat Mbah Mul sekarang ia sudah mengeluarkan suara.

Tidak hanya itu, sepuluhan orang yang datang memijat anak pada hari itu memiliki kisah yang berbeda. Seorang bapak menceritakan kalau anaknya tidak bisa bicara karena kebanyakan minum obat. Sejak kecil anaknya terus sakit-sakitan dan dokter terus memberinya obat. Dokter tidak bisa mengobati anaknya untuk bisa bicara. Setelah dibawa kepada Mbah Mul, beliau mengatakan kalau si anak sudah diracuni oleh obat. Jadi Mbah Mul akan mengeluarkan sisa-sisa obat yang masih ada dalam tubuh si anak yang sudah menumpuk agar ia bisa bicara. Dan menurut orang tersebut, sekarang anaknya sudah bisa mengucapkan banyak kata.

Saya menemukan beragam kasus yang lain setelah beberapa kali memabwa anak saya kepada si Mbah. Secara pribadi saya sendiri juga merasakan anak saya lebih sehat setelah dipijat sama Mbah Mul. Antara lain tendangan kakinya sangat kuat, demikian juga genggaman jarinya. Banyak yang menyangka anak saya sudah berumur 5 atau 6 bulan. Sebab ia nampak lebih besar dari bayi seusianya. Apakah karena pijatan Mbah Mul? Wallahu’a'lam. Namun saya melihat anak saya tidur lebih nyenyak setelah dipijat, lebih ceria, lebih bertenaga. Dan sekarang saya membawanya kepada Mbah Mul setiap 10 hari atau dua minggu sekali.

Kembali kepada Mbah Mul. Apa benar dokter anak merekomendasikan Mbah Mul? Saya yakin tidak semuanya. Namun saya berjumpa dengan seorang laki-laki yang mengaku abangnya adalah dokter anak di Yogyakarta. Anaknya terserang ….mmm… saya tidak tahu namanya, seorang bayi yang terjadi pembengkakan di kepala hingga kepalanya membesar. Si bapak stress berat, sebab anak pertamanya langsung terkena penyakit berat seperti itu. Tidak ada jalan lain kecuali dilakukan bedah kepala dan dipasang semacam selang untuk menyambung urat yang putus atau menyempit di dalam kepala. Sang kakak mengatakan sebaiknya pergi ke Mbah Mul. Dan ketika sampai kepada Mbah Mul, ternyata itu bukan kasus pertama yang ditanganinya. Sebelumnya sudah ada beberapa orang yang memiliki cerita yang sama. Dan kini, si anak sudah berusia 3,5 tahun. Ia nampak sehat dan gembira. Tidak nampak ada tanda-tanda ia menderita penyakit berat semasa bayi.

Sihir? Jampi-jampi? Sama sekali bukan. Itu sebuah keterampilan yang dipraktekkan Si Mbah sejak ia Muda. Pada masa mudanya dulu, ia merupakan tukang pijat Sultan Yogya. Bahkan sepuluh tahun yang lalu, ia masih memijat orang dewasa. Terutama perempuan hamil dan menyusui. Namun karena sekarang usianya sudah sangat tua, ia hanya menerima memijat bayi. Dan sepanjang sejarah hidupnya, ia sudah memijat ribuan bayi. Dari bayi orang kaya hingga orang miskin. Ia tidak menentukan tarif. Cukup memberikan seiklasnya. Ia tidak menjual obat. Sebab pijat adalah obat satu-satunya. Secara pribadi, saya puas membawa bayi kepadanya.

2 comments:

  1. Apabila Anda menginginkan Pijat ketika datang Ke Jogja silahkan, bisa hubungi kami, spesialis pijat panggilan hotel & pasutri : Pijat Panggilan Pasutri Jogja

    ReplyDelete
  2. Mohon info tempat alamatnya dimana? Terima kasih

    ReplyDelete