Sunday, 24 October 2010

Sebesar Apa Anda di Tengah Alam Semesta?

Mungkin ini bukan info baru, sudah banyak diantara kita mengenalnya. Namun tidak salah untuk membaca merenungkan kembali demi kesadaran ilahiyah dan insaniyah kita menuju kehidupan yang lebih baik.

Ketika kita duduk di sebuah kursi, di sebuah kamar, dalam sebuah rumah, berapa besar kita dibandingkan rumah tersebut? Kita adalah bagian yang tidak penting dari besarnya sebuah rumah. Namun bisakah anda bayangkan, bagaimana posisi anda di tengah besarnya alam semesta? Bukan keseluruhan alam semesta yang diciptakan Tuhan, tapi hanya alam semesta yang sudah diketahui manusia melalui ilmu pengetahuan. Mari kita bandingkan!

Gambr di samping ini adalah posisi Indonesia di tengah keseluruhan bumi, di mana anda berada di salah satu daerahnya sebagai sebuah titik yang sama sekali tidak nampak. Bandingkan posisi anda dengan keseluruhan wilayah Indonesia. Anda hanyalah sebutir pasir di tengah bentangan pantai yang luas. Bumi memang masih lebih besar dibandingkan dengan beberapa planet di sekitarnya.

Namun Bumi bukan yang terbesar di jagad raya. Dibandingkan dengan beberapa planet yang lain, misalnya Neptunus apalagi Jupiter, bumi laksana sebuah kelereng di depan bola kaki. Di mana anda di antara planet-planet itu?


Padahal, Jupiter sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya matahari. Ia laksana seorang manusia di depan sebuah gedung tinggi. Atau sebuah bola tenis di tengah sebuah kamar tidur. Sama sekali tidak berarti. Dalam posisi ini, di mana anda? Anda semakin tenggelam dan hilang. Anda bukan siapa-siapa.



Pun sudah demikian, matahari bukanlah yang terbesar dibandingkan dengan Pollux apalagi dengan Arcturus. Ia hanya sebiji kelereng di tengah sebuah rumah besar, tidak ada apa-apanya. Ia akan hilang kalau sedikit saja tertutup. Lagi-lagi, di manakah kita diantara besarnya benda alam tersebut? Kita semakin jauh, bahkan hampir tak berwujud.



Besarnya Arcturus masih tidak seberapa dibandingkan dengan Antares. Ia hanya sebiji kacang di tengah sebuah kamar tidur. hilang ditelan mata. Di mana kita? Bahkan sebiji debu dalam kumpulan semua pasir yang ada di dunia masih cukup besar untuk membandingkan posisi kita di tengah jagat raya.



Tanyakan kembali, di manakah kita di tengah kedigdayaan alam semesta ini? Kita hanya debu-debu yang beterbangan.
Hanya kesadaran semesta dan pandangan terbuka kita akan menyadari kekerdilan diri.
Mari menggali kebesaran semesta untuk mengenal Ilahi dan menghormati sesama.
Karena Jagat raya bukan hanya milik sekelompok manusia saja.

Thursday, 21 October 2010

Berburu Buku di Taman Pintar

Satu tempat yang sama sekali tidak boleh dilewati kalau ke Jogja adalah Taman Pintar. Taman pintar sering juga disebut dengan Shoping. Letaknya tidak jauh dari Malioboro. Bisa jalan kaki kalau tidak terlalu lelah. Meskipun namanya Shoping, yang hanya suka Shopping tidak perlu ke Taman Pintar. Ini khusus buat mereka yang suka berburu buku murah. Anda tidak akan mendapatkan baju, sepatu, leptopn, HP terbaru, apalagi lipstik dan pakaian underwear. tidak ada. Yang ada adalah buku tentang itu semua. Taman Pintar adalah Mall buku.

Di Taman Pintar anda bisa dapatkan -mungkin- segala jenis buku yang pernah diterbitkan di republik ini. Sebab di sana ada puluhan toko buku yang ruangannya penuh dengan buku-buku. Dari buku ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, agama, mistik, hingga buku terlarang juga ada di sana. Selain itu di Taman Pintar juga ada berbagai majalah bekas yang masih layak pakai dan nampak baru. Dan tidak ketinggalan, di sana juga ada kumpulan makalah dari berbagai kampus, ada catatan kuliah, ada kliping koran, ada pula buku impor dari berbagai negara. Beberapa toko juga menyediakan buku lama terbutan tahun 80an dan bahkan 60an.

Bagaimana dengan harga? Nah…. ini menariknya Taman Pintar. Anda akan mendapakan potongan harga yang lumayan besar. Pastikan kantong anda cukup untuk memmbawa sekota buku kalau ke sana. Sebab saya menjamin tidak akan ada buku yang tidak jadi beli dengan alasan kemahalan. Setiap buku yang memikat mata dan hati, pasti bisa anda peroleh dengan harga yang pantas. Apalagi bisa tawar-menawar yang lumayan ekstrim. Saya pernah dapat buku sejarah Aceh yang harganya Rp. 70.000,- tapi saya bawa pulang dengan harga Rp. 25.000,- Buku baru, masih sangat baru. Demikian juga buku lain, sesuaikan saja. Anda bisa tawar sekenanya. Tapi tetap punya rasa kemanusiaan lho, hargai orang bekerja.

Dari pengalaman saya, belanja di Taman Pintar perlu punya sedikit skil. Beberapa buku terkadang ditawarkan agak mahal karena kita nampak terlalu berminat. Atau penjualnya tidak mau menurunkan harga karena kita menunjukkan ekspresi kalau kita sangat butuh. Jadi biasa saja. Anggap anda tidak terlalu membutuhkan buku itu walaupun sebenarnya, kalau buku itu tidak ada anda akan menyesal seumur hidup. Rahasia yang lain, jangan pernah biarkan penjual buku mencarikan buku yang anda cari ke toko lain. Terkadang kalau buku yang dicari tidak ada, ia bisa menawarkan untuk mencarinya ke toko lain. Nah, anda bisa katakan itu tidak perlu. Anda sendiri yang akan mencarinya. Sebab kalau ia yang cari maka tawar-menawarnya akan terbatas.

Oke, Selamat berburu!