Friday, 17 April 2015

5 Cara Menemukan "Masalah" Penelitian

Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak ada masalah. Dari banugn tidur hingga tidur lagi orang selalu terlibat masalah. Bahkan tidur sendiri terkadang punya masalah juga. Tapi dengan masalahlah orang bertahan hidup. mereka yang kuat adalah mereka yang mampu mengatasi masalah-masalah yang menipa dan menjadikannya kekuatan dalam megatasi masalah yang lain.

 Namun demikian, "Masalah Penelitian" sering kali tidak hinggap pada semua orang. Bahkan tidak pada orang yang sudah sangat lama belajar di perguruan tinggi, banyak membaca, mengikuti diskusi, dan bahkan mahasiswa yang "pinter" sekalipun. Ini menjadikan mereka kesulita menyelesaikan tugas akhir di kampus, seperti skirpsi, tesis bahasan disertasi.

 Menurut pengalaman saya ada lima trik agar kita bisa mendapatkan masalah dalam penelitian.

Trik Pertama: 
Cintailah Sebuah Topik Ilmu 

Tidak kenal maka tidak sayang. Tidak kenal maka tidak tahu masalah apa yang terjadi di sana. Untuk mendapatkan sebuah masalah, cobalah mencintai sebuah topik ilmu. Kalau kamu kuliah di Fakultas Ekonomi. Bidang ilmu ekonomi apa yang paling kamu sukai? Perbankan, ekonomi makro, mikro, ekonomi islam, ekonomi kerakyatan, dll. 

 Lalu, pilihlah salah satu bidang ilmu di bawah itu lagi, yang lebih spesifik. Misalnya, kamu suka ekonomi Islam. Maka pilihlah salah satu di bawahnya, apakah perbankan Islam, Zakat, waqaf, dll. Jika kamu kuliah di FISIP dan suka Jurnalistik, maka cintailah satu bidang di bawahnya: menulis, reporter, dll. 

 Kalau kamu sudah memilih bidang itu, maka cintailah bidang itu seperti kamu mencintai diri sendiri. Indikator kamu sudah mencintai bidang itu dengan baik adalah: Kamu bisa bicara tentang ilmu itu berjam-jam! Ngak pernah habis. Apa saja bisa kamu analisis dengan ilmu itu. 

 Nah, kalau kamu sudah tahu bidang ilmu seperti itu, maka sangat mudah mengetahui "Masalah" yang ada di sana. Jadikanlah masalah itu sebagai masalah penelitian untuk tugas akhir kamu. 


Trik kedua: 
Diskusi Dengan Ahlinya 

"Ahli" itu tidak mesti sempurna, namun ia paham dengan apa yang ia katakan atau masalah apa yang ia pikirkan dengan sangat baik. Ajaklah orang seperti ini berdiskusi panjang tentang apa yang ia pikirkan dan ia rasakan. Hal ini akan membantu kamu "masuk" ke dalam bidang ilmu itu lebih cepat daripada membaca buku. 

 Semakin banyak orang yang kamu ajak diskusi, maka semakin banyak informasi yang bisa kamu peroleh tentang bidang ilmu yang kamu mau dalami. Dan tentu saja, semakin nampak berbagai "kelemahan" dalam ilmu tersebut. dengan demikian kamu akan semakin mudah menentukan masalah yang kau mau tulis. 


Trik Ketiga: 
Pendengarkan Komentar Pengamat 

Saya sendiri termasuk orang yang tidak suka dengan "pengamat". Bangsa kita terlalu banyak pengamat. semua diamati. Politik, hukum, parlemen, anggaran. bola, fasion, dan entah apa lagi. Sering kali amatannya tidak cermat dan tidak konsisten. Tapi televisi suka. Kenapa televisi suka? karena banyak masyarakat yang juga suka. 

 Tapi meskipun saya tidak suka pengamat, saya mengakui banyak "amatan mereka" bisa menjadi sumber inspirasi dalam penelitian. Jadi kalau kamu mau menemukan masalah, maka dengarlah pengamat mengamati bidang ilmu yang kamu mau tulis. Kalau ilmu politik misalnya, dengarlah pengamat politik. beberapa komentarnya bisa menginspirasi kamu menemukan masalah untuk penelitian. 

Kalau sudah dapat, kembangkan dengan membaca buku-buku yang relevan. 


Trik Keempat: 
Mengeluhkan Kehidupan Sosial 

Mengeluh itu tidak boleh, namun kadang kalau ia bermanfaat untuk mendapatkan masalah penelitian jika dilakukan dengan cara yang benar. Coba perhatikan, apakah kamu sudah hidup dengan benar? Apakah keadaan sosial di sekitar kamu sudah benar? apakah bangsa dan negara ini sudah berlangsung dengan benar? Apakah agama yang kamu anut sudah dilakukan dengan benar? dll. Pasti kamu akan menjawab Tidak. Tanya kembali, kenapa tidak? Bagiamana seharusnya? 

 Jawaban dari "Seharusnya" bsia diformulasikan menjadi masalah dalam penelitan. Hubungkan ia dengan kajian tertentu dalam ilmu pengetahuan. Buka kembali buku dan temukan pemabhasanya di sana. Kembangkan dengan teori yang rlevan. Diskusikan dengan teman dan dosen. Lalu, tulisalah! 


Trik Kelima: 
Bacalah "Saran" dalam Penelitian Orang Lain 

Bagian terkahir dari sebuah laporan akhir adalah "saran". Sejatinya, saran berisi saran-saran kepada peneliti selanjutnya apa yang mereka bisa lakukan berdasarkan "kelemahan" penelitian yang sudah ia lakukan. Sayangnya, terkadang banyak yang tidak paham. Bagian saran malah diisi dengan saran pemanfaatan hasil penelitian kepada pemerintah, atau keopok sosial masyarakat. 

 Kalau kamu suka dengan topik tulisan yang sudah ditulis oleh orang lain, kamu bisa membaca bagian saran. Kalau ia menulis dengan baik, maka di sana kamu akan menemukan beberapa "celah" yang bisa kamu lakukan penelitian kembali. Tujuannya mengembangkan penelitian yang sudah dilakukan oleh orang itu, atau membantah apa yang ia temukan dengan data lain yang kamu temukan.  
Sebagai tambahan: semua saran di atas akan berjalan dengan baik kalau kamu mau membaca, membaca, dan membaca. Tanpa membaca semua tidak akan mungkin. Tidak semangat membaca? Coba buka ini: 5 Cara Agar Membaca Itu Menyenangkan
Oke, itulah 5 trik menemukan "Masalah penelitian".

Apakah kamu sudah merasa punya masalah sekarang? Masih belum? Sepertinya kamu harus lebih banyak berdoa :-)

 Tulislah dalam komentar di bawah ini. Saya atau teman lain nantinya bisa membantu.