Monday, 7 July 2008

Makam Hamzah Fansuri di Ujong Pancu?


Siapa tidak kenal dengan Hamzah Fansuri? (banyak pasti hehehe). Namun bagi komunitas yang dekat dengan sastra Melayu dan tasawuf Nusantara, maka Hamzah adalah kunci bagi perkembangan keduanya. Ia merupakan sastrawan Melayu pertama yang mempopulerkan sajak dan syair bukan hanya sebagai rangkaian kata yang indah, namun sebagai media tranfer ilmu pengetahuan. tidak tanggung-tanggung, Hamzah menggunakan puisi sebagai media transper pengetahuan Ketuhanan tingkat tinggi, Filsafat Wujud! Sebuah pengetahuan
yang dijelaskan dengan esaasy dan bahasa ilmiah sekalipun sulit dipahami.
namun bagiku sangat aneh kalau sebuah komunitas di daerah paling ujung pulau Sumatera, Ujong Pancu, percaya makamnya ada di gunung sana. Padahal masalah makam Hamzah Fansuri telah menjadi perdebatan alot di kalangan ilmuan. bahkan profesor Sastra melayu selevel Braginsky sendiri tidak tahu makam Hamzah ada di mana.


Minggu kemarin (060708) aku dengan beberapa teman pergi ke Ujong Pancu. Semula rencananya adalah menacing. Ujong pancu terkenal sebagai daerah paling bagus untuk memancing ikan.Banyak orang (terutama hari sabtu dan minggu) datang ke sana untuk memancing. ada yang sekedar menyalurkan hobi, namun tidak sedikit yang datang untuk mencari ikan sebagai komoditi yang akan dijual.
Kami datang tanpa rencana. setibanya di sana yang dilakukan pertama adalah jalan-jalan, bukan mempersiapkan diri untuk memancing. menelusuri jalan setapak yang ada di atas gunung yang ditabiri hutan. suara jengekerik dan binatang hutan mendendangkan lagu alam. Semula kami tidak tahu jalan ini berakir di mana.Namun kami terus telusuri hingga berakir di sbeuah bangunan yang sedang direnovasi.
sedikit agak terkejut ketika mneyaksikan bangunan tua yang hampir roboh. namun di sekelilingnya ada material bangunan yang berserakan yang menunjukkan kalau bangunan itu sedang direnovasi dan diperbaiki. tidak ada orang di sana. karenanya kami langsung mendekati dan mencoba melihat-lihat di sekitar bangunan.
ternyata ini adalah sebuah pemakaman. ada sebuah makam yang sangat panjang (kuperkirakan 8 m) yang ditutup dengan kain kuning. di kedua ujung makan terdapat batu bulat besar yang menandai makam.

Setelah mengamati makam tersebut aku tahu kalau makam ini mendapatkan perhatain yang lebih dari masyarakat sekitar. buktinya bangunan yang dibuat luamyan besar dan kokoh. demikian juga di sana ada sebuha bendera putih (panji-panji) yang menunjukkan kehormatan makam dan penghormatan mereka atas makam tersebut. aku langsung membayangkan kalau makam ini pasti dianggap sebagai makam kerapat dan disana terbaring seorang ulama mesar di masa lalu.
dugaanku benar. ketika kami pulang kami singgah di warung kopi pinggiran laut di Ujong Pancu. di warkop ini banya orang memancing dan duduk santai. tersedia berbagai jenis makanan ringan dan mie aceh. santai juga duduk di sana karena berhadapn langsung dengan lautan biru yang luas. di seberang sana sayup-sayup nampak pelabuhan ulee lehee yang sedang dikerjakan.
aku mencoba membangun dialog dengan seorang gadis yang menjadi pelayan warung. katanya makam tersebut adalah makam Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri? masa? kok bisa? sejak kapan? aku jadi mengajukan pertanyaan berantai.
bagiku ini sesuatu yang sangat aneh. dalam sejarah tokoh tasawuf aceh ini, tidak diketahui lahir dan makamnya. ada dua pendapat yang berkembang selama ini mengenai makam hamzah fansuri. pertama kalangan yang mengatakan kalau makam hamzah ada di singkil, sebuah daerah du bagian selatan provinsi aceh. ia memang berasal dari sana. sampai saat ini banyak masyarakat yang bersiarah ke makam tersebut. (sayangnya aku tidak memiliki foto makam hamzah di singkil. suatu saat akalau aku ke sana akan ku posting di sini. Namun banyak pihak yang meragukannya. sebab tidak ada petunjuk apapun dari tulisan dan arkeologis yang menunjukkan keberadaan makam tersbeut.

pendapat kedua, makam Hamzah ada di Babul Ma'la, yakni komplek mpemakaman "elit" di Makkah. ia dibaringkan dalam satu komplek besama dengan Khatijah, Aishay, Fatimah dan keluarga nabi dan sahabatnya yang lain. ini disebabkan kebesaran dan pengaruhnya di Arab pada masa itu (abat XV). dengan demikian, ketika ia meninggal dunia, maka ia dimakamkan di sana oleh jamaah dan pegikutnya.sayangnya pendapat kedua ini hanya dikemukakan oleh Gulliot, seorang sejarawan dari Perancis. belum ada usaha lain untuk membuktikan keberadaan makam tersbut.
nah, kalau kemudian ada sebuah pendapat di kalangan masyarakat ujong pancu mengenai makam hamzah ada di sana, ini merupakan sesuatu yang menarik dan akan menambah wawasan keilmuan mengenai hamzah fansuri di masa yang akan datang.

16 comments:

  1. thanx ya bang atas posting dan potonya.. lama saya pngn liat lgsg poto sang sufi agung hamzah fansuri.. namun baru kali ini saya bs liat... dulu sblm tsunami tmn saya jg pernh ke makam ini sama tengku dayah saat mau mulai blajar kitab mereka sll menziarahi makam ini.. katanya sih dulu masa konflik klo da org penegn ke makam tersebut dgn niat jelek bakalan sesat dan gk bakalan ketemu makamnya...

    makasih bang..
    kunjungi fs saya kuinginselalubersamamu@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  2. Ulama sufi yg menjadi inspirasi...
    Semangat Engkau terus mendayu di hati...
    sungguh sangat mulia siapa saja yg bisa memahami...

    ReplyDelete
  3. kenapa ya banyak yang mengaku tempat makam Hamzah Fansuri..........? Makam Hamzah Fansury itu hanya ada di Kampong Oboh Kecamatan Runding Kota Subulussalam,...........
    Gimana Sich..........?
    Makanya dulu orang Aceh jangan musnahkan semua Karya2 Hamzah Fansury.................

    ReplyDelete
  4. siapa yg memusnahkan karya2 Hamzah Fansuri????

    ReplyDelete
  5. aq bru dengar kalau kburan d ujong pancu adalah kuburan Hamzah FAnsuri.......
    dlu aq prnah dengar dari org2 tua bahwa itu adalah kuburan tgku Glee Ujong.
    aku gk tau mna yang psti'a....

    ReplyDelete
  6. bnr tuh makam HF tu ada di desa oboh,kec runding,kota subulussalam ato tepatnya di pingir sungai simpang kiri,aq dah pernahkesono loh,dulu tu makamnya terancam abrasi karna di bibir sungai,skrgga tau tuh ....

    ReplyDelete
  7. pada msa ratu safiatudin (penasehat krjaan pd waktu itu si nurudin arraniry) , hamzah fansuri dianggap sesat , dan beliau djatuhi hukuman pancung (kepalanya yang dipancung). Beliau di pancung bersama beberapa pengikutnya (klo gak slah 12 org pngkutnya yg dpancung) . Jd gak mungkin jasad yg sudah di pancung dibwa ke daerah singkil

    ReplyDelete
  8. aswrwwb, my dear bro: nampaknya "hasil" kontemplasi dlm seminar internasional ttg Hamzah fansuri yg pernah diadakan di singkil(turut srta pematerinya adlah"cucunya" Syeh fansuri Hadi WM penulis Tasawuf "aliran Fansuri",kami juga diajak ke makam Fansuri tepatnya di pinggran sungai DIRUNDEEENG Singkil..... tq]

    ReplyDelete
  9. Ass..wr.wb
    Makam Hamzah Fansuri ada di Ujong Pancu...yang di singkil makam Abangnya.

    ReplyDelete
  10. aceh singkil....

    ReplyDelete
  11. ntik sy posting kuburannya

    ReplyDelete
  12. Al-Fatihah buat moyangku yang ku kagumi dan hormati...amin...

    ReplyDelete
  13. Ketahuilah. ulama sufi sebelum meninggalnya membuat sendiri makan untuk dirinya lalu aering menziarahinya. tetapi setelah mereka meninggal dunia, mereka sendiri tidak bisa memakankan dirinya. banyaknya informasi tentang tempat makam Syaikh Hamzah salahsatunya karena itu. Bisa jadi ketiganya (Makkah, Singkil dan Ujong Pancu) tidak ada yang benar. boleh jadi salahsatunya benar. Wallahu A'lam.

    ReplyDelete
  14. kebetulan kemaren juga berkunjung ke ujung pancu...dan tertarik mempelajari sejarah tempo doloe. saya sedikit membaca, ternyata syekh nuruddin dan syekh hamzah itu beda zamannya. Jadi yag saya baca bukan syekh hamzah fansuri yang dipancung. Kalau karya dibakar memang ada tulisannya begitu. Kesesatan ajaran beliau memmang difatwakan oleh syekh nuruddin arraniry pada zaman sultan iskandar thani. syekh nuruddin arraniry waktu itu adalah mufti kerajaan aceh darussalam.....semakin menarik untuk dipelajari......

    ReplyDelete
  15. beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah ke sana (y)

    ReplyDelete