Tuesday, 29 July 2008

Tasawuf Aceh: Debat Tuhan dalam Sejarah Aceh


Katanya, pemberlakuan syariat Islam di Aceh saat ini didasari pada kenyataan masa lalu di mana Aceh memiliki kekayaan dalam pemikiran agama dan budaya. Islam telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sosial masyarakat Aceh sejak lama. sehingga timbul sebuah ungkapan di Aceh, "agama ngen adat lage zat ngen sifet." Ini berarti agama dan adat sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat sejak dalam lama dalam sejarah Aceh. Orang aceh, karenanya, percaya sekali kalau menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sosial bukan hanya tanggung jawab religius, namun juga tanggung jawab historis, yakni mengembalikan kejayaan Aceh masa lalu di Bumi sermabi Makkah. Kejayaan Aceh masa lalu disebabkan oleh ketaatan masyarakat pada agama dan kesabaran mereka dalam menjalankan ajaran agama mereka.

Apakah ini benar? apakah Islam memang menjadi dasar historis dan sosial di Aceh masa lalu? tegasnya, apakah syariat islam yang ada di aceh saat ini memang memiliki dasar dalam sejarah Islam di Aceh?

Pertanyaan tersebutlah yang hendak dijawab oleh buku ini. Penulis mencoba menelusuri sejarah keberadaan islam di Aceh dan perkembangannya, sejak Islam masuk sampai dunia kontemporer. namun ia mencoba membatasinya dalam hal perkembangan tasawuf dan pemikiran para sufi. kerenanya ini dapat pula disebutkan sebagai "Sejarah Perkembangan Pemikiran TAsawuf di Aceh.

Pemilihan tasawuf sebagai objek penulisannya bukan tanpa alasn. Kalau kita lihat perkembangan islam di Aceh, maka tidak bsia dipisahkan dari perkembangan tasawuf. Tasawuf mewarnai corak islam yang masuk ke aceh. Sufi adalah pembawanya. masyarakat yang memiliki kepercayaan mistik sebagaimana diajarkan tasaeuf membudaya dalam hampir seluruh masyarakat aceh. pun sekarang ini. oleh sebab itu dapat dikatakan kalau islam di aceh adalah islam sufistik.

itu dulu. ketika islam pertama kali masuk dan berkembang di sini. namun saat ini, setelah perkembangan masyarakat memiliki hubungan yang sangat mudah dengan masyarakat lain, dan bahkan bangsa lain, maka hal ini tidak lagi dapat menjadi pegangan. Bahkan belakangan, di Aceh modern, tasawuf tidak lagi mendapatkan tempat sebagai tradisi perkembangan islam dan pemikiran keagamaan di Aceh. Para ulama dan cendikiawan di Aceh cenderung menempatkan moralitas-moralitas formal yang diatur secara rigid dalam undang-undang (qanun). karenanya, Islam menjadi teralienasi dari habitatnya yang bersifat ruh dan spiritual.

Bagian yang sangat penting dalam studi ini adalah dimensi perdebatan tentang Tuhan yang dilakukan para sufi masa lalu di Aceh, khususnya pada dua mazhab besara tasawuf, Wahdatul Wujud dan Wahdatus Syuhud. golongan pertama diwakili oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani. kedua tokoh ini mengembangkan pemikiran yang mendiskusikan hubungan Tuhan dengan ciptaannya. Mereka menganggap Tuhan termanifestasi dalam setiap ciptaaannya. karenanya segala sesuatu selain Tuhan adalah wujud Tuhan yang dinampakkan.

pandangan ini ditentang oleh Nuruddin Arraniry. ia tidak sepakat dengan pemikiran ini. Tuhan tidak mungkin terwujud dalam alam ciptaannya. sebab Tuhan adalah zatyang maha yang mustahil berwujud. karenanay Ar-Raniry menganggap pernyataan Hamzah sudah kelar dari rel ajaran islam yang benar. dan kerenanya hamzah dan pengikutnya dianggap sesat.

Secara garis besar dalam buku inipenulis membahas beberapa judul berikut:

Pengantar Penerbit
Pengantar Penulis Daftar Isi
Pengantar: Prof. Dr. Ahmad Daudy, M.A
Prolog; Menelusuri Jejak Tasawuf di Aceh
Perkembangan Awal Islam di Aceh
Peran Sufi dalam Islamisasi di Nusantara
Hamzah Fansuri; Mendayung Perahu Menggapai ‘Arsy
Syamsuddin as-Sumatrani; Pelanjut Risalah Hamzah Fansuri
Nuruddin ar-Raniry; Membendung Birahi Salik Menuju Tuhan
Abdurrauf as-Singkili; Mendamaikan Dua Mazhab
Mistisisme Modern di Aceh; Dari Tasawuf ke Tarekat
Epilog
Daftar Pustaka
Indeks
Penulis

Segera dapatkan di toko buku langganan anda!!!!!!!
hehehe.... kok jadi promosi.

2 comments:


  1. Segera dapatkan di toko buku langganan anda!!!!!!!
    hehehe.... kok jadi promosi.


    Wajar dong pak, kalo gak promosi gimana mau laku bukunya, hehe :D

    ReplyDelete
  2. TERUSKAN....PERBANYAK KHAZANAH TASAWUF ISLAM

    ReplyDelete