Thursday, 18 February 2010

Sebuah Kenangan di Tanah Gayo

Saya ingin menulis sesuatu tentang Gayo. Tapi ada sebuah pepatah yang saya percaya pasti benar: Foto bercerita lebihd ari seribu kata." Saya postingkan saja beberapa foto di sini. Mudah-mudahan ia bisa bercerita sendiri;


Pada tikungan hendak memasuki Kota Takengon, Ibu Kota Aceh Tengah kita akan disuguhi sebuah tulisan Visit Tanoh Gayo 2008. Saya pergi ke sana pada tahun 2009, tulisan itu masih belum diganti. Ada sebuah gerbang yang sedang dibangun untuk menyambut kedatangan tamu, namun saya belum sempat mengambil fotonya.



Dari salah satu bagian sebelum masuk ke Kota Takengon kita bisa saksikan bentangan Danau Laut Tawar dan jalan berliku menuju ke sana. Saya mengambil foto ini dari sebuah warung kopi yang menghadap ke Danau. Satu saat saya ingin menum kopi di sana sambil menatap indahnya Danau LAut Tawar.


Jalan masuk ke KOta Takengon yang masih dalam perbaikan dan perluasan. Kota Takengon adalah ibu kota Aceh Tengah. Terletak persis di dekat Danau Laut Tawar nan eksotik.


Salah satu pasar tradisonal di Takengon. Di sini kita bisa dapatkan berbagai oleh-oleh khas Gayo. Mau ikan depik? Nah, di pasar ini bisa diperoleh. Tapi kalau mau yang segar dan masih mentah silahkan tangkap sendiri di dalam danau. Heheh


Kalau Capek, bisa istirakat di cafe-cafe yang ada di KOta Takengon sambil makan mie goreng Spesial Khat Takengon dan jus melon.


Atu minum segelas kopi Gayo yang Sruuuppp.... maknyuusss.


Mari kita berjalan mengelilingi Danau Laut Tawar. Tidak ada kenderaan umum yang khusus disediakan untuk wisatawan. Kalau anda mau melakukannya, maka carilah teman atau kenalan, atau siapa saja yang bisa anda ajak untuk melakukan ini. Kebetulsan saya punya teman di sana, saya memakai motornya untuk mengelilingi danau.


Satu sisi Danau yang teramat indah untuk dilewati. Duduk di atas tempat pemancingan milik masyarakat sambil menunggu ikan-ikan memakan umpan.


Sisi lain dari Danau Laut Tawar dengan pemandangan masyarakat yang sedang mencari ikan. Ada ikan Depik yang menjadi trade mark Danu LAut TAwar. Sayangnya populasi ikan ini semakin berkurang. Mungkin karean terlalu banyak orang yang suka, sehinga banyak pula yang diambil oleh nelayan.


Sebuah Gua yang ada di pinggir Danau Laut Tawar yang penh misteri. Saya tidak pernah masuk ke dalamnya.


Sebuah bangunan yang dibuat oleh TNI di Bintang, daerah sebelah Timur Danau LAut Tawar. Di dekat tugu ini sering juga dilaksanakan pacuan kuda tradisional. Beberapa warung kopi menghadap Danau sangat cocok untuk istirahat dan bersantai sejenak.


Kopi adalah tanaman yang banayk tumbuh di Tanoh Gayo. KArenanya di mana-mana kita bisa dapatkan segelas kopi yang nikmat.


Beberapa hiasan yang terbuat dari akar kopi. Hiasan kerajinan tangan ini agak sulit diperoleh, biasanya hanya ada di rumah penduduk dan tidak di jual di pasar.


Seorang anak dengan pakaian adat Gayo.

Aslinya, foto-foto ini ada di: www.sehatihsan.blogspot.com

No comments:

Post a Comment