Monday, 26 March 2012

Stramilano; Benvenuto Primavera!!

Selamat datang musim semi! kira-kira itulah ungkapan yang tersirat dalam even Stramilano yang diadakan di Milan setiap tahun. Untuk tahun ini Stramilano diadakan kemarin, 25 Maret 2012.

Dari sejarahnya, Stramilano adalah pesta masyarakat Milan merayakan berakhirnya musim dingin dan menyambut kedatangan musim semi.Tradisi ini terus dipelihara hingga sekarang. Pasti sudah banyak yang berubah seiring dengan perubahan zaman. Namun pada intinya mereka tetap memelihara sejarah dan budaya nenek monyang mereka agar erus hidup dan lestari.

Mulai tanggal 21 Maret yang lalu, musim memang sudah berganti. Udara dingin menusuk tulang yang terjadi selama hampir lima bulan, kini sudah mulai berlalu. Bahkan seminggu terakhir, kita bisa keluar rumah tanpa mengenakan jaket. Udara lumayan panas, 20 derajat. Terasa sangat panas karena baru saja selesai masa-masa dingin membeku dalam musim dingin.

Ini saatnya berpesta. Musim semi sudah tiba!

Stramilano adalah pesta menyambut musim semi. Ada tiga hal penting terkait dengan acara ini:
Pertama, maraton masal.
Maraton diikuti oleh atlet dan oleh keluarga. Untuk atlet jarak maratonnya 10 KM. "Atlet" di sini bukanlah atlet profesional dalam dunia oleh raga, namun masyarakat biasa yang juga merasa sanggup untuk mengikutinya. Tahun lalu saya dengar maraton menempuh jarah 20 km. Saya tidak tahu kenapa tahun ini dikurangi setengahnya. Maraton masal ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat Milan, tapi juga oleh orang asing. Sangat banyak turis yang datang ke Milan untuk mengikuti maraton masal ini.

Maraton juga diikuti oleh keluarga. Khusun untuk keluarga, maraton menempuh jarak lima KM. Dimulai dari Piazza Duomo, diakhiri di Castello Sforzesco. Ada ribuan keluarga yang tumpah ruah ke lokasi acara saat maraton akan dimulai. Mereka membawa seluruh keluarganya, anak-anak dan bahkan anjing peliharaan. Anak-anak yang belum bisa berjalan diletakkan dalam kereta bayi. Mereka semua mengenakan pakaian khusus yang sudah disediakan panitia dan menenteng sebiji balon. Sehingga dari jauh terlihat sebuah gerakan balon yang berwarna merah. Tidak lupa, dalam maraton masal ini juga diikuti oleh difable, bahkan mereka diberikan tempat paling depan. Setengah perjalanan panitia menyediakan air dan makanan kecil untuk seluruh peserta.
Kedua, Musium dan kolam renang publik gratis.
Kalau hari biasa, untuk masuk ke museum dan kolam renang harus membei tiket. Namun dalam acara Stramilano semuanya gratis. Hanya saja, yang gratis adalah museum dan kolam renang yang dikelola oleh pemerintah. Jangan salah, di Milan kualitas dna fasilitas milik pemerintah juga sama dengan punya swasta. Bagi pendatang seperti saya, ini adalah kesempatan yang langka untuk mengunjungi museum-museum di Milan. Sayangnya waktu teralu pendek, saya tidak mungkin mengunjungi museum yang jumlahnya lebih 100 buah di Milan.

Ketiga, tidak ada mobil dalam kota
Sejam jam delapan apgi hingga jam enam petang, tidak ada kenderaan bermotor di jalan raya. Yang ada hanya kenderaan publik, termasuk taksi. Jadi jalan-jalan di Milan sepanjang hari kemarin sepi dari kenderaan. Namun karena transportasi publiknya yang bagus, semua mobilisasi bisa dilakukan dengan baik. Tidak ada istilah penumpukan orang yang tidak mendapatkan kenderaan. Semua bisa melakukan perjalanan ke seluruh kota dengan mudah, seperti hari yang lain. Setelah acara maraton di pagi hari, sore hari jalan-jalan dipenuhi dengan sepeda. Masyarakat Milan menikmati Stramilano sebagai hari bersepeda.

***

Ada hal penting yang menurut saya penting dalam acara Stramilano kemarin. Yaitu, bagaimana masyarakat Milan yang notabenenya adalah masyarakat kosmo masih menjaga budaya nenek menyang mereka. Bukan hanya kali ini, ada banyak momen di mana mereka membuat even yang terkait dengan budaya lama. Katakan saja acara "Carnevale ambrosiano" yang diadakan bulan Februari. Itu juga sebuah perhelatan besar yang dilakukan sebagai ungkapan syukur atas "penjagaan kota" yang dilakukan oleh Dewa Ambrosio. Dalam kontek perkembangan modern, mereka masih melakukan ini. Hasilnya apa? Ada ratusan ribu turis yang datang hanya untuk melihat perayaan ini.

Syukurnya ada banyak kota di Indonesia melakukan perayaan khas seperti ini. Semoga ke depan semakin baik.

2 comments:

  1. Mantap tulisan2 blognya,Mas. Saya juga suka sama gaya penulisannya. -rizki-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih rizki sidah berkunjung ke sini. tulisan-tulisan di sini adalah obat stres. :-)

      Delete