Wednesday, 28 March 2012

Berkunjung ke Museum Castello Sforzesco

Salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi di Milan adalah Museum. Seperti di bebrbagai negara Eropa lainnya, Museum bukanlah sebuah "gudang" untuk menyimpan benda-benda unik, namun etalasa ilmu bagi manusia. Dari museum orang banyak mengenal seperti apa masa lalu mereka, seperti apa masa kini. Tidak heran kalau "berkunjung ke museum" sering menjadi liburan akhir pekan bagi keluarga di Eropa. Jangan bandingkan dengan museum di negeri kita.

Hari minggu lalu aku berkunjung ke museum di Castello Sforzesco. Hari itu semua museum pemerintah di Milan gratis. Jika masuk pada hari yang lain, harus bayar. Aku tidak tahu berapa, namun biasanya museum tidak kurang dari lima euro. Hari ini, mumpung gratis, aku ingin memanfaatkannya. Sudah lama aku ingin melihat isi dalam museum itu dan ini adalah kesempatan yang paling bagus. Aku bisa masuk ke semua museum (14 buah museum) dan menikmati semua pameran mereka. Di pintu masuk aku diberikan selembar tiket gratis. Tiket ini perlu untuk masuk ke berbagai museum yang ada di dalam Castello ini. Aku memegang tiket itu dan memulai tour museum gratis ini.

Apa saja isi museum itu?


Museum pertama yang aku kunjungi adalah museum benda-benda purbakala, aku tidak tahu namanya, namun museum ini berisi patung-patung pubakala. Museum pertama ini terletak di sisi tempat pengambilan tiket dan memang nampak dari luar. Aku melihat-lihat karya manusia yang sudah berusia ratusan tahun di pajang di sini. Ada banyak pahatan patung yang nampak sangat sempurna, halus dan rapi, patung-patung manusia nampak sangat proporsional.

Seperti karya patung di berbagai belahan dunia yang lain, hasil karya patung masa lalu sangat terkait dengan agama. Apa yang ada di museum ini pada dasarnya adalah peninggalan patung yang dipengaruhi oleh perkembangan agama Kristen di Eropa. Ada banyak patung yang menggambarkan momen-momen penting dalam agama Kristen, seperti saat Yesus dilahirkan, saat ia digendong oleh ibunya, pada saat Yesus disalib, dan lain sebagainya.

Beberapa patung memang nampak tidak sempurna lagi karena sudah pecah dan kehilangan beberapa bagian dari tubuhnya. Namun itu semua tidak mebuat peninggalan yang berusia ratusan tahun itu kehilangan keindahannya. Perdaban besar yang pernah dikukir manusia di masa lalu masih tetap terpancar dari seni pahat petung ini.

Aku melnajutkan ke museum kedua, museum perang. Beda dengan museum pertama yang dipenuhi dengan patung batu, di dalam museum ini yang paling banyak adalah peralatan perang di masa lalu. Berbagai peralatan perang yang pernah dipakai pasukan Italia di masa lalu tersimpan dengan baik di sini. Ada banyak baju besi, pedang, perisai, dan senjata lainnya. Ada banyak jenis pedang dan berbagai bentuknya.

Pikiranku terbang ke masa-masa silam. Bapaimanakah mereka hidup pada masa itu? Apa yang mereka pikirkan tentang dunia di luar bangsa mereka? Itulah awal dari hubungan mereka dengan bangsa lain. Hubungan yang selalu dihiasi dengan peperangan. Mereka selalu menempatkan bangsa lain sebagai musuh, sehingga tindakan yang diberikan juga perang dan penjajahan. Kurasa, model pandagan seperti ini masih dipegang oleh beberapa bangsa di dunia. Dua yang paling menonjol adalah Amerika Serikat dan Israel.

Aku melanjutkan melihat museum khusus peralatan rumah tangga. Dalam museum ini bahan yang dipamerkan ada yang berasal dari tahun 1400, pisau dapur. Aku tidak tahu apakah pisau itu benar-benar berasal dari tahun itu, namun setidaknya demikian keterangan yang ada di sana. Pisau klasik itu bentuknya hampir sama dengan apa yang kita pakai sat ini, namun beberapa diantanranya memiliki gagang berlapis emas.

Benda lain yang juga klasik adalah beberapa lemari milik raja-raja. Lemari itu penuh dengan ukiran yang sangat indah. Selain itu ada juga peralan rumah lain yang lebih modern, seperti kursi rotan dan meja makan. Aku tidak tahu kenapa hal-hal seperti ini juga dipamerkan, bukankah “meja makan” tidak unik? Atau setidaknya belum klasik? Aku yakin mereka punya alasan sendiri.

Keluar dari museum ini aku melanjutkan perjalan ke museum alat musik. Dalam museum ini dipamerkan berbagai peralatan musik yang sudah ada di Italia sejak lama. Beberapa gitar, biola, mandolin, dan lainya yang sudah berusia ratusan tahun. Aku yang tidak terlalu paham dengan alat musik tetap bisa menikmati peninggalan kalasik ini sebgai sebuah karya seni manusia yang luar biasa. Sebab beberapa diantaranya adalah alat msuik yang asing, yang tidak terkenal lagi saat ini.

Misalnya beberapa alat musik yang nampaknya seperti gitar namun memiliki senar yang sangat banyak. Ada juga gitar dengan tiga buah gagang (?) yang masing-masing punya senar sendiri. Aku jadi berfikir, ternyata ada sangat banyak alat musik yang pernah lahir dan dibuat oleh manusia. Sayangnya yang populer, yang masih bertahan saat ini hanya beberapa saja. Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi.

Dari museum ini aku pergi ke museum khusus Afrika. Museum ini tidak terlalu besar dan tidak terlalu banyak bahan yang dipamerkan. Mungkin hanya sepuluhan benda saja. Salah satunya adalah patung babi dari batu hitam. Memang sedikit aneh, kenapa Castello Italia juga menyediakan pamean benda-benda Afrika? Apa tujuannya? Aku tidak tahu. Namun menurutku sebuah “cara” yang unik untuk menarik sebanyak mungkin orang datang ke sini. Aku tahu kalau di sini masih ada banyak museum lain, namun aku tidak sanggup lagi berjalan mengitari semua museum itu. Mungkin lain kali.

No comments:

Post a Comment