Tuesday, 11 May 2010

Lagu Iwan Tidak Islami?

Lagu Iwan Kok Islami! kata seorang teman saya. Dia tidak menyebut-nyebut Islam. Ia cuma cerita anak jalanan, hutan, perang, korupsi, tikus, omar bakri, dan lain-lain. Mana Islamnya?

Ini terjadi di kantor. Saat seorang teman meminta saya memutar lagu mengiringi kami kerja. Saya tanyai dia, lagu apa yang ia sukai. Katanya ia suka lagu Islami. Lalu saya putar lagu Iwan Fals. Ia protes, katanya lagu Iwan tidak Islami. Yang ia maksud dengan lagu Islami adalah lagu-lagu qasidah Ida laila, Asnidar Darwis, dll. Atau nasyid modern yang pernah hit dan masih hit sampai sekarang dalam komunitas tertentu. Atau, paling tidak katanya, lagus Islami adalah lagu “religius” yang dinyanyikan GIGI atau Ungu, atau grup band lain yang bikin album khusus menjelang puasa.

Sebagai sebuah kebebasan memilih lagu, maka itu adalah hak semua orang. Artinya, setiap orang memiliki hak yang sama dalam memilih lagu kesukaan, penyanyi kebanggaan, materi dan syair yang ia sukai. Namun tatkala melabelkan islami atau tidak sebuah lagu, maka itu mejadi lahan yang layak untuk didiskusikan. Pertanyaan pentingnya adalah, apa perlunya lagu islami atau tidak? kedua, apakah lagu “islami” hanya yang menceritakan menganai pakaian, sikap sehari-hari, menyanyikan ayat al-Qur’an atau hadits Nabi saja? Dan itu yang kemudian kami diskusikan.

Bagi saya sendiri, tidaklah menjadi hal terlalu penting mendiskusikan apakah sebuah lagu islami atau tidak. Sebab -lagi-lagi bagi saya- lagu hanya untuk dinikmati, bukan dihayati sebagai sebuah pesan spiritual dan moral. saya lebih senang mendengar lagu karena irama dan musiknya, bukan karena substansi pesan yang disampaikan dalam syair lagunya. Ini pula yang menyebabkan musik-musik instrumen menjadi pengiring favorit saya dalam bekerja. Pun demikian saya tidak menafikan, beberapa syair lagu menarik hati dan menimbulkan kesan yang mendalam. Selain karena berkaitan dengan rasa dalam pengalaman saya sendiri, lagu tertentu juga mewakili cara pandang saya. Dan Iwan Fals, sejauh ini adalah penyanyi yang paling mewakili pandangan itu.

Kalu mau dihubungakan dengan agama, maka lagu-lagu Iwan Fals juga memiliki makna religiusitas yang mendalam. katakanlah lagunya menganai anak-anak terlantar. Bukankah dalam agama juga bicara mengani anak yatim yang terlantar. Surah al-Ma’un dalam Juz 30 jelas mencela orang yang menelantarkan anak-anak dan menyebutnya sebagai pendusta agama. Iwan juga meneriakkan menjaga alam, dan dalam al-qur’an juga banyak ayat yang berbicara mengenai keseimbangan alam. Apalagi masalah korupsi, keadilan, pemerintahan yang bersih, amanah, dan lain sebagainya.

Jadi, menikmati lagu Iwan sesungguhnya, menurut saya, adalah menikmati lagu Islami. syair-syairnya penuh dengan pesan yang perlu diimplementasi dalam kehidupan nyata untuk menjadikan kehidupan ini lebih baik, lebih adil, lebik berharga.

2 comments:

  1. Nice post Bang. dalam menilai lagi kita sering terjebak pada label yang di bawa. sehingga kita sering dipaksa untuk memetakan mana lagu islami dan (mungkin) mana lagu kafir...

    Salam :D

    ReplyDelete
  2. bener tu om.. aku setuju... Oi bersatulah...

    ReplyDelete