Friday, 13 January 2012

Yang Unik di Awal Tahun

Kalau ada pepatah mengatakan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga, itu ada benarnya. Gara-gara salah pencet sekali kacab balau tampilan semua blog. Inilah yang terjadi pada blog ini. Kisanya, saya mendownload sebuah APP Picasa di hp dan melakukan registrasi. Setelah selesai, saya lihat banyak foto masuk ke hp. Saya merasa sangat terganggu karena maksud semula mendaftar ke Picasa hanya untuk mberbagi foto baru yang saya peroleh. Karena merasa terganggu saya menghapusnya. Saya tidak menyangka kalau semua foto saya di blog terkait dengan Picasa. Sehingga begitu foto saya hapus, semua foto di blog juga terhapus. Kalau anda menemukan foto yang berwarna hitam dengan tanda seru di tengahnya, itu adalah foto yang terhapus karena kejadian ini.
Tapi tidak menarik bciara kegagapan teknologi. Saya yakin semua orang pernah melakukannya. Jauh lebih menarik bicara yang aneh-aneh di tahun yang belum berumur sebulan ini.

Keanehan pertama tentu saja kasus sandal jepit yang berakhir di pengadilan. Seorang remaja dituduh mencuri sandal jepit, diajukan ke pengadilan, divonis bersaah. Betapa lucu negeri ini. Hampir tidak ada manusia normal akan percaya dengan kejadian ini. Ini jauh lebih aneh dibandingkan dengan -kalau ada- seekor kucing yang bertanduk. Sungguh saya tidak percaya kalau kejadian ini benar-benar terjadi di dunia.

Keanehan kedua hiruk pikuk pilkada di Aceh. Ada pihak yang dulu merasa sangat kuat dan mengatakan tidak mau ikut pilkada kalau usulan mereka tidak dikabulkan. Lalu saat mereka tidak dipedulikan mereka ngambek dan meminta dibuka ruang untuk ikut meskipun batasnya sudah selesai. Anehnya, pemerintah yang seharusnya setia pada undang-undang malah mendukung kelompok ini dan meminta penyelenggara menunda pilkada. Lebih aneh lagi pemerintah pusat yang meminta penundaan pilkada ini adalah kementerian dalam negeri yang notabenenya adalah pembina politik di daerah. Seolah mereka baru kemarin mendengar kabar ada kisruh pilkada di Aceh.

Keanehan ketiga tidak lain tentu saja kekanak-kanakan anggota DPR-RI. Mungkin akan sangat baik kalau dari gedung terhormat itu ada sebuah chanel televisi yang menyiarkan segala kejadian di sana secara langsung. Untuk menjaga "kehormatan" anggota dewan, pelakunya bisa disamarkan dengan diubah bentuk jadi manusia kartun. Ceritanya sudah sangat menghibur, dialognya lucu dan kekanak-kanakan. Sudah cukup syarat untuk menjadi aktor di televisi. Anak-anak pasti akan tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkah polah anggota dewan di gedung itu.

Keanehan keempat adalah kenapa aku menulis mengenai keanehan malam ini? Ini sungguh aneh. Ya sudahlah, sekarang sudah jam setengah enam malam. Udara sangat dingin. Aku harus pulang ke rumah.

No comments:

Post a Comment