Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak ada masalah. Dari banugn tidur hingga tidur lagi orang selalu terlibat masalah. Bahkan tidur sendiri terkadang punya masalah juga. Tapi dengan masalahlah orang bertahan hidup. mereka yang kuat adalah mereka yang mampu mengatasi masalah-masalah yang menipa dan menjadikannya kekuatan dalam megatasi masalah yang lain. Namun demikian, "Masalah Penelitian" sering kali tidak hinggap pada semua orang. Bahkan tidak pada orang yang sudah sangat lama belajar di perguruan tinggi, banyak membaca, mengikuti diskusi, dan bahkan mahasiswa yang "pinter" sekalipun. Ini menjadikan mereka kesulita menyelesaikan tugas akhir di kampus, seperti skirpsi, tesis bahasan disertasi. Menurut pengalaman saya ada lima trik agar kita bisa mendapatkan masalah dalam penelitian. Trik Pertama: Cintailah Sebuah Topik Ilmu Tidak kenal maka tidak sayang. Tidak kenal maka tidak tahu masalah apa yang terjadi di sana. Untuk mendapatkan ...
Allah itu apa ayah? tanya Aqiel satu hari. Allah itu yang membuat kita semua. Rumahnya di mana? Dia tidak punya rumah. Kasihan Tuhan. Pertanyaan ini sudah saya duga pasti akan ditanyakan, cepat atau lambat. Semua orang tua yang punya anak pasti akan mendapatkan pertanyaan yang sama. Tidak peduli apapun agamanya. Kata 'Allah' atau sesuatu yang terkait dengan agama, merupakan salah satu kata yang sangat cepat dikenalkan kepada anak. Setiap orang tua punya keinginan untuk memperkenalkan kepada anaknya masalah-masalah prinsip agama sejak dini. Selain sebagai ajaran agama, ini juga terkait dengan gengsi. Orang tua akan sangat bangga di depan orang lain kalau dapat menunjukkan anaknya yang masih kecil sudah paham agama. Tapi banyak orang tua terkadang marah pada anak yang bertanya. Dari pada menjawab pertanyaan itu, ia malah melarang anak menanyakan hal-hal seperti itu. Tentu saja itu tidak benar. Bagaimanapun, anak memiliki hak untuk bertanya tentang apapun, dan kita sebaga...