Saturday, 14 June 2008

Kisah Beribu kata

Ini beberapa foto koleksi lama yang pernah juga kutampilkan di blog lamaku www.sinshad.blogspot.com

Kuberi nama ia Senja di Kota Fajar
Bara merah awan dibakar mentari
Dalam singkatnya berubahan waktu
sungguh! kau ajariku tentang lemahnya dunia
ada gelora saga diangkasa yang
setiap saat bisa meluluhkan bumi
betapa dekat kematian
betapa singkat perjalanan
tanyakan berapa banyak yang kau telah berikan?



Sebuah pegangan tidak cukup
menjamin kehidupan berlangsung lama
tapi memegang dengan baik dan konsisten
menjadikan hidup terjamin, setidaknya diri sendiri
tidak ada kata "aman" dalam kehidupan
kenormalan adalah terus dalam perjuangan
sebab hidup adalah proses
proses adalah perjalanan
perjalanan dalam waktu
hidup adalah terus berubah dan berarti


Sebuah senja di pantai lhoknga
sebuah suluh nelayan yang pulang menuju pantai
sepuluhan lelaki menapaki pantai dengan kaki telanjang
namun ada kehidupan dalam kantong ikannya
ada harapan dalam derapnya
janji kebahagiaan sejati yang pernah diukirnya
komitmen ke kesuksesan yang pernah dihayalkannya
tapak kakinya tercabik karang
kulit punggungnya terbakar sinar
peluh di dadanya telah kering bersama percikan air samudera
namun ia adalah lelaki
dengan komitmen pada kejujuran dan janji
pada perjuangan yang tida henti


dari atas geurute kupandang alam
bentangan permadani tuhan yang tiada tandingan
hijau ranum sepanjang pandang
adalah lautan di sana, di seberang sana. entah dimana.
kuyakin ada kehihupan dengan harapan dan penantian
dengan masalah dan kesibukan
dengan apapun yang kini kurasakan
kenapa aku bertekuk lutut? ini adalah kehidupan
kau dimana, kau kapan, kau bagaimana, sama saja

No comments:

Post a Comment