Tuesday, 17 June 2008

Aceh Comtech: Obral Teknologi Atau Lifestyle

Aku hanya dapat sebuah flash disk yang juga bisa berfungsi sebagai voicerecording dari Pameran Aceh Comtech 12-16 Juni 2008 di Darussalam Banda Aceh kemarin.

Sebenarnya aku mencari camera digital, namun tidak ada yang menarik hatiku. satu kamera yang dipajang di stan Canon, OES400D sebenarnya sangat menggugah selera. namun harganya mencekik leher. jadi akirnya terpaksa sabar dengan Kodah 700z 4MP yang kupakai selama ini. apa dikata, kehendak besar dana kurang.mudah-mudahan ke depan aku bisa dapatkan. Eh, tapi ada yang jauh lebih mearik dari pameran ini dari sekedar pencarian kebutuhanku, sebab banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikannya seolah laptop layaknya bahan makanan yang wajib diperoleh untuk keberlangsungan kehidupan.

Au mengunjungi pameran ini sejak hari pertama. bukan karena mau mencari laptop, namun hanya sekedar lihat antuisasme masyarakat mengunjunginya. Sejak pertama melihat pengumumannya,aku memang membayangkan ini adalah pameran "kaum muda" dan mahasiswa. sebab kebutuhan akan laptop adalah kebutuhan langsung bagi mereka yang tidak gaptek dan memiliki kepentingan dengan data, tulisan, gambar dan lain sebagainya. progesi ini umumnya ditekuni kaum muda.

nah, saat aku memeasuki pintu utama gedung ACC, tempat penyelenggaraan pameran, aroma ini langsung terasa. orang-orang yang hadir ke sana adalah mereka yang masih muda dan dalam perkiraan saya adalah mahasiswa. pantas saja, ini memang dunia mereka dan masih waktunya. apalagi hampir seluruh kampus saat ini sudah memakai wifi yang menjadikan mahasiswa dapat mengakses internet di mana saja.
sepengetahuanku pameran kali ini adalah pameran laptop yang terbesar yang pernah dilaksanakan di aceh. Hal ini terlihat dari banyaknya partisipasi toko dan produsen komputer yang berpartisipasi. hampir seluruh toko komputer di banda aceh juga terlibat dalam pameran ini. ini menjadikan pameran benar-benar layaknya lokalisasi toko komputer.

namun demikian ini masik kalah besar dengan pameran buku beberapa waktu yang lalu. pameran kali ini diikuti oleh toko komputer dari aceh dan bukan produsen langsung komputer. dengan demikian, di stan mana saja yang kita pergi akan mendapatkan komputer yang sama. hanya ada perbedaan dalam beberapa jenis barang saja. Produsen yang berpartisipasi juga tidak menurunkan timnya besar-besaran. dengan demikian stan mereka juga nampak sama saja dengan stan toko komputer biasa.

Ini mungkin, menurutku, menunjukkan tingkat kepercayaan produsen pada minat beli masyarakat aceh masih kurang. Ini memang kenyataan yang masih bisa diperdebatkan. sebab secara historis aceh masih dalam proses transisi setelah dihajar tsunami empat tahuan yang lalu. namun kalau dilihat dari kehidupan sosial yang ada selama ini, masyarakat aceh juga sudah memiliki tingkat kemampuan daya beli yang hampir sama dengan masyarakat lain di nusantara.


PAmeran komputer kali ini memang bertajuk Aceh COmptech dengan misi membebaskan aceh ketertinggalan teknologi. ini sebuah impian yang mulia. sayanganya pameran menunjukkan sisi bisnis dan kepentingan menjual produk lebih tinggi dari keinginan pembebasan yang dikatakan. hal ini terlihat dari minimnya produk inovatif yang murah dan berkualitas sehingga dapat dengan mudah dimiliki oleh masyarakat. Menurutku seharusnya ada upaya-upaya mendatangkan berbagai tekonologi mudah meriah yang bisa diperoleh dengan hara miring. babarapa mahasiswa sebenarnya hanya membutuhkan program dasar saja untuk membuat makalah. karena itu, komputer sederhana sekalipun masih bisa dipakai. Kukira, seandainya bisa, harus ada produk komputer yang bisa diperoleh dengan haga satu-dua juta saja.
ada beberapa laptop yang

No comments:

Post a Comment